Kejari Cianjur Bidik Para Mafia Tanah Kasus Eks Lahan HGU Sukaresmi

FOTO : Kepala Kejari Negeri (Kejari) Cianjur, Yudi Prihastoro didampingi Kasi Intel Kejari Cianjur Iman Tauhid

 

CIANJUR — Terkait soal pemberantasan mafia tanah, Kejaksaan Negeri (Kejari ) Cianjur, akan fokus sesuai intruksi Kejaksaan Agung (Kejagung). Salah satunya, seperti terhadap dugaan kasus penjualan eks lahan hak guna tanah (HGU) di Blok Pasirhalang, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Cianjur yang higga saat ini masih dalam tahap penyidikan.

Informasi yang berhasil dihimpun, perbuatan melawan hukum pada kasus eks lahan HGU Blok Pasirhalang di Kecamatan Sukaresmi diduga dilakukan dengan pengalihan lahan yang merupakan hak negara untuk fasilitas umum dan fasilitas sosial, namun menjadi hak milik. Sedangkan luasnya diperkirakan sekitar 20 hektare. Dari luasan itu sudah disertifikatkan ke dalam 15 bidang tanah. Taksiran kerugian negaranya sekitar Rp 20 miliar.

Kepala Kejari Negeri (Kejari) Cianjur, Yudi Prihastoro, membenarkan jika dirinya akan mempelajari kembali penanganan kasus eks lahan HGU yang ada di Blok Pasirhalang Kecamatan Sukaresmi tersebut. Pasalnya, dirinya mengaku baru satu hari ini menjabat sebagai Kejari Cianjur, untuk menggantikan Kejari Cianjur, sebelumnya Ricky Tommy Hasiholan yang sekarang menjabat Asisten Pidana Khusus (Atpidsus) Kejati Banten.

“Memang semua pekerjaan kepemimpinan sebelumnya akan saya lanjutkan. Tapi kan yang jadi permasalahan itu saya belum tahu sepenuhnya, gambaran sepenuhnya. Pasalnya, kan saya baru pagi ini masuk kantor Kejari Canjur,” kata Yudi kepada awak media di kantor Kejari Cianjur, Rabu (24/8/).

Yudi berjanji akan segera berkoordinasi dengan semua jajarannya, terutama dengan Seksi Pidana Khusus. Gambaran kasus tersebut akan menjadi patokan mengambil langkah penanganan kasus selanjutnya. “Saya kan belum tahu, penyidikan kasusnya sudah sampai di mana, permasalahannya apa, apa yang menjadi hambatan, dan tindak lanjutnya apa. Nanti kita lihat terlebih dahulu,” katanya.

Sebenarnya, kata Yudi Kejari Cianjur ini sudah membentuk tim yang menangani kaitan mafia tanah. Dia menilai jika ulah mafia tanah berdampak besar terhadap kerugian masyarakat kecil. “Kita harus dukung sepenuhnya karena saya menganggap mafia tanah itu banyak merugikan masyarakat kecil. Kalau memang ada hal-hal berkaitan dengan mafia tanah dan ada datanya, kita memang harus tindak lanjuti semua itu,” tegasnya.

Pasalnya, lanjut Yudi penanganan mafia tanah itu, merupakan kebijakan Jaksa Agung bahkan mendapat atensi dari Presiden RI. Termasuk mafia minyak goreng maupun mafia pelabuhan.
“Itu semuanya kita bentuk tim mafia tanah, mafia pelabuhan. Tapi di sini (Cianjur) tidak ada pelabuhan. Kebijakan pemerintah harus kita tindak lanjuti dengan sepenuh hati dan rasa tanggung jawab,” pungkasnya.

 

(***/ajt)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *