UNSUR Kerjasama Bareng Kementerian LH Kendalikan Pencemaran Udara

CIANJUR Auditorium Pasca Sarjana Universitas Surya Kencana Kab. Cianjur selenggarakan Seminar Sosialisasi Pengendalian Pencemaran Udara (PPU) pada Kamis (23/06) tepat pukul 09.00 WIB. Hj.Luckmi Purwandari, ST.,M.Si selaku Nara sumber dari Direktur Pencemaran Udara Kementerian Lingkungan Hidup (Kemen LH) menegaskan pengendalian pencemaran udara sangat penting pasalnya bumi yang kita pijak ini hanya satu dan perlu kita selaku manusia memperlakukan dengan bijak demi masa depan bumi dan anak cucu kita.

” Satu orang dua puluh lima pohon mesti ditanam. Juga mengedepankan Peraturan Nasional untuk pemantauan emisi industri enam bulan sekali dan beberapa jenis industri di wajibkan memasang CEM Continues Emisi Monitoring bahkan KLHK pusat mendorong kinerja Lingkungan Hidup daerah khususnya Cianjur untuk upaya perbaikan kwalitas udara dengan Program Langit Biru”. tutur Luckmi dengan nada lugas.

Ia pun menegaskan, harus kita semua hendaknya mempunyai target dan komitmen untuk memperbaiki indeks kwalitas udara. Hal ini harus tercantum dalam Perda atau perbup, yang akan di evaluasi indeks kinerja respon Lingkungan Hidup di daerah

“Jangan sampai kita mengotori udara sendiri dan menghisap udara tersebut sendiri.” pungkas Lackmi mengakhiri.
Hal senada dikemukakan juga oleh Akademi Unsur Cianjur yang juga Wadek III Fakultas Sains Terapan (Faster), Drs.Ahmad Nur Rizal Paris. Menurutnya, Indeks Standar Pencermaran Udara (ISPU) di setiap negara memiliki perhitungan dan metode masing-masing.
” Pemerintah pusat sudah bekerjasama dengan banyak Perguruan Tinggi, yang mempunyai jurusan pertanian dan UNSUR Kab. Cianjur mendapatkan program penanaman sepuluh tahun yang lalu untuk menanam pohon Mahoni.” ungkap Ahmad Nur Rizal atau akrab dipanggil Kang Ijay, yang juga Aktivis lingkungan hidup Jawa Barat ini.
Kang Andi Kalpataru Aktivis Lingkungan Nasional sekaligus bagian dari Faster Unsur Cianjur juga berkepentingan menambahkan, bahwa sekarang sudah ada Undang-undangnya terkait permasalahan pencemaran udara.
” Bahkan tahun ini Unsur sudah menanam pohon kelor, membantu program pencemaran polusi udara khususnya di Cianjur dimulai dari diri kita sendiri untuk mengurangi emisi dari sumber bergerak dan sumber tidak bergerak, sumber bergerak dari asap industri, asap kendaraan bermotor, sumber tidak bergerak jangan membakar sampah yang salah seperti membakar ban bekas ditempat umum, sampah plastik, ketika hidung kita mencium aroma bau tidak sedap itu sudah menjadi polusi udara.” pungkas Andi Kalpataru selaku Penggiat Lingkungan Hidup ini mengakhiri.
(***)
banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *