Viral Anak SD Korban Bullying Teman Sekelas di OKU : Kadisdik Siap Bertanggung Jawab Atas Kejadian Tersebut

OKU — Viral video anak SD korban bullying teman sekelas di OKU, Peristiwa perundungan terjadi Rabu (16/11/2022) di SD Negeri 159 OKU.Korban seorang anak perempuan hingga kini masih trauma dan belum bisa diajak komunikasi.

         Plt Kadisdik OKU Alfarizi S.E.Ak M.Pd.

Dinas Pendidikan Ogan Komering Ulu (OKU) mengambil langkah tegas yakni usulan pencopotan kepala sekolah dari jabatan pasca video viral seorang siswa SD Negeri 159 OKU jadi korban bullying perundungan.

Tidak hanya kepala sekolah diusulkan dicopot, seluruh dewan guru juga diusulkan untuk dimutasi.

Usulan pencopotan ini terungkap saat mediasi antara keluarga korban pembullyan dengan keluarga pelaku pembullyan.

Mediasi yang dilakukan di Kantor Polsek Peninjauan dihadiri langsung oleh Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten OKU Alfarizi SEAk. MPd.

Mediasi bersama dihadiri Kapolsek Peninjauan Iptu H Mardani, Wakapolsek Peninjauan Iptu Ferry Zulfian, Kabid Sekolah Dasar Sobri SPd, Kasi Kurikulum Sekolah Dasar Hendri Wijaya SAg Msi.

Kemudian Sekcam Peninjauan Marmujianto, Kepala Sekolah SD 159 OKU Yenni Sulastri SPdI, Bhabinsa Serda Fadri, Bhabinkamtibmas Briptu Febri Romadon. Dari pihak kelaurga korban diwakili Rudi Hartono dan sebanyak 9 wali murid pelaku pembuliyan masing-maisng ( Harun, Rustam Edi, Hebdra, Fiko, Saidal, Andri, Hera Susanti, Simarudin, Man).

Di hadapan peserta mediasi, Plt Kepala Dinas Pendidikan OKU menegaskan mereka akan mengusulkan kepada Pj Bupati OKU untuk mencopot Kepala Sekolah Dasar 159 OKU dan memutasi seluruh dewan guru.

Kadin Pendidikan OKU juga menyatakan menyanggupi permintaan konseling atau pemulihan psikologis korban yang dikhawatirkan mengalami luka batin setelah mendapat perlakuan buruk dari sembilan teman satu sekolahnya.

Untuk permintaan pemulihan psikologis ini akan dipenuhi dan akan dibuatkan pernyataan secara tertulis.

Rudi Hartono yang mewakli pihak keluarga korban menyatakan bersedia tidak melanjutkan kasus ini ke ranah hukum dengan syarat pihak keluarga memenuhi permintaan pemuliahn psikologis dan pelaku diberikan juga sanksi sosial yang mendidik agar ada efek jera.

Dikatakan Rudi, kejadian para hari Rabu (16/11/2022) pukul 09.00 WIB.

Sembilan anak kelas VI SD melakukan perundungan fisik dan psikis terhadap teman sekelasanya di saat wali kelas sedang keluar kelas.

Aksi yang dilakukan siswa yang masih dibawah umur ini dengan inisial I (kelas V), F (kelas V), Z (kelas V) dlalu R (kelas VI), F (kelas IV), F (kelas VI), I ( kelas VI) S (kelas VI) dan F (kelas V). Murid SD yang ada kelas IV, V dan VI ini secara bersama-sama melakukan perbuatan kekerasan fisik dan psikis kepada korban dengan cara menendang, memukul dan menginjak-injak tubuh korban. Ironisnya lagi aksi anak-anak dibawah umur ini direkam temannya yang lain lalu diviralkan di medsos.

“Sampai saat ini korban masih trauma dan belum bisa diajak berkomunikasi,” kata Rudi Hartono.

Pihak keluarga sangat khawatir apalagi korban merupakan anak perempuan sehingga harus dilakukan penanaganan pemulihan psikologis agar bisa mengobati luka batinnya pasca menerima perlakuan berupa kekerasan fisik dan kekerasan psikis.

Di sisi lain, Kapolres OKU AKBP Danu Agus Purnomo SIK melalui Kapolsek Peninjauan Iptu Mardani, menjalaskan, mediasi dnegan pihak-pihak terkait dilakukan di Mapolsek Paninjauan Sabtu (19/11/2022) dari pukul 11.30 WIB berakhir pukul 13.20 WIB. Proses medias berlangsung aman dan kondusif dengan menghasilkan beberapa kesepakatan bersama.

(***/Lbn)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *