Viral Pasutri Tipu Jamaah Umroh Dijemput dan Diwawancara

JAKARTA — Sebuah Vidio viral di media sosial memperlihatkan pasangan suami-istri tipu jamaah umroh.Dalam video itu, pasangan suami-istri tipu jamaah umroh, dijemput sejumlah korban-korbannya di bandara.

Momen itu terjadi saat pasangan pasutri itu baru saja pulang dari umroh.Salah satu korban penipuan umroh bahkan mewawancara langsung pelaku.

“Gimana mbak rasanya umroh bawa keluarga? Sementara jamaah disini ditinggalin?”

“Bagaimana perasaannya, mbak? Hah?” tanya permpuan berjilbab itu.

“Takut? Hah?”

Sementara, perempuan diduga pelaku penipuan jamaah umroh hanya diam saja.Salah seorang korban yang geram pun langsung menarik masker yang dikenakan pelaku.

“Buka! Buka dong!” kata perempuan yang tak terlihat dalam video itu sembari menarik masker pelaku penipuan umroh itu.Di belakang perempuan penipu itu melintas seorang pria yang diduga suaminya tengah mendorong troli bagasi penumpang.

“Satu keluarga umroh. Terlantar di sini 31 jamaah. Ini (suaminya) juga,” tutur perempuan itu sembari terus merekam.

Dalam video yang lainnya, terlihat pasutri itu ‘disidang’ di sebuah rumah diduga milik salah satu korban penipuan umroh.

Pasutri itu pun terlihat hanya duduk bersebelahan di dekat pintu dan sesekali menelepon menggunakan telepon selulernya.

Setelah dijemput paksa dari bandara, pasutri itu langsung diadili beramai-ramai oleh para jamaah umroh yang jadi korban penipuan,Sebab, selama ini mereka sudah menunggu cukup lama tapi tidak juga diberangkatkan.Bahkan menurut pengakuan salah seorang korban penipuan umroh, uang yang dibawa pelaku jumlahnya cukup besar.

“Menurut pengakuannya uang jamaah yang jumlahnya kurang lebih 900 juta habis entah kemana. Dan diduga ia umrah keluarga menggunakan sebagian uang para jamaahnya,” tandasnya.

Sayangnya, tidak diketahui persis dimana dan kapan peristiwa itu terjadi.

Juga belum diketahui apakah pasutri tipu jamaah umroh itu dilaporkan ke polisi atau tidak

(***/Lbn)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *